Bisnis Impor Secara Online? Kenapa Tidak

bisnis import

Perkembangan dunia digital sekarang ini memang sangat pesat. Tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi hampir seluruh aspek kehidupan mengandalkan teknologi digital. Teknologi digital ini juga didukung dengan adanya internet. Dengan internet maka dunia semakin sempit dan waktu pun menjadi lebih singkat. Oleh karena itu, akan sangat rugi jika kita tidak memanfaatkan segala kemudahan dari berbagai teknologi tersebut.

Tips Sukses Bisnis Impor Online

Bisnis impor adalah bisnis yang berhubungan dengan proses impor. Sedangkan impor sendiri adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan masuknya barang dari luar negeri ke Indonesia tanpa melihat kuantitas maupun harga barang tersebut. Apabila Anda berminat untuk membuka bisnis import, Anda harus memilih secara pasti jenis usaha apa yang ingin Anda jalankan. Bisnis impor maupun ekspor ini memang terlihat lebih rumit dibandingkan dengan bisnis secara lokal. Namun jika Anda mau mempelajari kiat sukses untuk menjalaninya, Anda bisa menjadi seorang pengusaha besar. Berikut tips sukses menjalankan bisnis impor online.

  1. Melakukan riset produk
  2. Carilah harga barang yang paling kompetitif
  3. Pelajari cara memasarkan produk secara online
  4. Urus Angka Pengenal Importir dan Nomor Identitas Kepabeanan

Ketika Anda sudah menentukan supplier yang akan mengekspor barangnya kepada Anda, maka tentukanlah metode pembayarannya agar tidak ada masalah di kemudian hari. Apabila pembayaran menggunakan L/C maka Anda harus membuka L/C di bank devisa. Sepakati pula masalah metode pengiriman barang, apakah akan melalui laut atau udara. Hal ini juga akan mempengaruhi cepat atau lamanya barang tersebut sampai ke Indonesia. Setelah itu supplier akan mengirimkan berbagai dokumen yang menyangkut tentang jual beli seperti kuitansi, B/L, packing list, serta dokumen lainnya. Berbagai jenis dokumen tersebut akan dikirim melalui email atau faksimile. Kemudian Anda dan Bank Devisa akan menerima dokumen yang asli.

Tugas Anda sebagai importir selanjutnya adalah membuat dokumen Pengajuan Barang Impor (PIB), dokumen ini dibuat sesuai dengan dokumen yang telah dikirim oleh supplier. Apabila Anda telah memiliki PIB dan Elektronik Data Interchange maka Anda membuat dan mengirim sendiri dokumen PIB. Dengan memiliki dokumen PIB maka Anda sebagai importir kan mengetahui Pajak Penghasilan Impor, Bea Masuk, serta pajak lain yang harus dibayar. Hal lain yang harus dibayar oleh importir adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak ke Bank Devisa.

Dokumen PIB tersebut wajib dikirimkan kepada SKP Bea dan Cukai untuk di validasi. Bila dalam proses validasi tersebut terdapat kekurangan data, maka importir harus melengkapinya. Setelah proses validasi terlewati, Anda akan masuk kepada tahap penjaluran. Apabila PIB tersebut masuk ke dalam jalur hijau maka Anda akan mendapatkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang. Proses untuk menjadi importir memang lebih rumit daripada bisnis lokal. Namun, jika Anda mampu mendapatkan barang yang berkualitas baik dengan harga yang murah dari supplier di luar negeri, maka keuntungan yang akan Anda dapatkan sangat besar.